AI di layanan pelanggan kini membaca konteks, mengingat riwayat, dan bertindak sebelum pelanggan mengeluh. Kuncinya tetap insight, data yang rapi, dan dampak yang terukur.
Hyper-personalization memakai AI dan data real-time untuk memperlakukan setiap pelanggan sebagai segmen tersendiri. Manfaatnya besar, asalkan dibangun di atas izin dan transparansi.
Konsumen menuntut layanan instan sekaligus keamanan data. Dengan UU Pelindungan Data Pribadi yang sudah berlaku penuh, kepercayaan kini menjadi bagian inti pengalaman pelanggan.
Laras Kusumawardhani bercerita tentang cara operator seluler NadaKita memakai AI di layanan pelanggan tanpa kehilangan empati, mulai dari deteksi emosi hingga aturan serah terima ke agen manusia.